Delapan Mahasiswa Kelas Internasional FMIPA UNESA Jalankan Proyek Kemanusiaan Internasional di Pulau Pinang Malaysia: Bawa Inovasi Edukatif bagi Anak-anak Diaspora Indonesia.
Sebagai
bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak yang merupakan transformasi
dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus wujud nyata
pengabdian lintas negara, kami, delapan mahasiswa Kelas Internasional Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) diantaranya I Gede Bayu Khrisna Putra (S1 Biologi), Habibillah Achmad Putra
Fauzi (S1 Pendidikan Matematika), Ghina Ana Ammas (S1 Pendidikan Biologi),
Marcella Putri Kurnia Sari (S1 Biologi), Kurnia Putri Ratnamaya (S1 Pendidikan
Biologi), Irsyad Izzuddin Arrauf (S1 Pendidikan Matematika), Abidah Laily
Nisfia (S1 Pendidikan Biologi) dan Chintya Elesia Epiphania Silalahi (S1
Biologi), telah melaksanakan Proyek Kemanusiaan Internasional 2025 di Sanggar
Bimbingan PERMAI, Pulau Pinang, Malaysia.
Program ini berlangsung selama 29
hari, mulai 7 Oktober hingga 4 November 2025, hasil kolaborasi antara FMIPA
UNESA dan Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Pulau Pinang, dengan
dukungan penuh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang.
Melalui kegiatan ini, kami
berkesempatan untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan
kebudayaan bagi anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia. Program ini tidak
hanya menjadi wadah pembelajaran lintas disiplin, tetapi juga mencerminkan
semangat baru Kampus Berdampak
sebuah paradigma yang menekankan aksi nyata, kolaborasi global, dan
kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat.
Pendidikan untuk Anak-anak Diaspora Indonesia
Selama
program berlangsung, kami ditempatkan di Sanggar Bimbingan PERMAI Pulau Pinang,
lembaga pendidikan nonformal bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kami berperan sebagai pengajar, fasilitator, sekaligus administrator sanggar.
Materi
yang kami ajarkan mencakup calistung (Membaca, Menulis, Menghitung), Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu
Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, SBdP (Seni Budaya dan
Prakarya), PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan), Pendidikan
Kewarganegaraan, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Agama Hindu dan
Pendidikan Agama Islam disertai pembiasaan positif seperti kegiatan ibadah
Sholat Dhuha. Kami juga membantu penyusunan perangkat evaluasi pembelajaran
serta pendataan sarana belajar, yang memberi kami pengalaman baru dalam
manajemen pendidikan nonformal di lingkungan multikultural.
Inovasi Media Permainan Edukatif: Belajar Sains
dan Budaya Secara Menyenangkan
Dalam
pelaksanaan proyek ini, kami mengusung tema “Pengembangan Media Permainan
Edukatif untuk Meningkatkan Literasi Sains, Numerasi Dasar, serta Mengenalkan
Budaya Indonesia pada Anak-Anak Sanggar Bimbingan PERMAI Pulau Pinang
Malaysia.”
Kami
mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan yang mengintegrasikan
konsep sains, matematika, dan unsur budaya Indonesia. Media pembelajaran yang
kami kembangkan diantaranya BIORDA Card (Biologi dan Ragam Budaya
Nusantara Card) dari S1 Pendidikan Biologi, POTEGI (Poster Tempel
Biologi) dari S1 Biologi dan MATARA Card (Mathematic Nusantara Card)
dari S1 Pendidikan Matematika. Media ini dapat
diterapkan dalam kegiatan belajar sehari-hari dan diharapkan dapat
meningkatkan motivasi serta pemahaman anak-anak.
“Anak-anak
menjadi lebih aktif dan antusias. Mereka belajar sambil bermain, mengenal
konsep sains dan budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan,” ungkap salah
satu anggota tim kami.
Kolaborasi dan Pengalaman Internasional
Selain
kegiatan belajar mengajar, kami juga mendapat kesempatan mengikuti berbagai
agenda bertaraf internasional. Di antaranya, menghadiri penandatanganan Nota
Kesepahaman (MoU) antara PERMAI Pulau Pinang dan International Blockchain
Organisation Malaysia (IBOM) di Kuala Lumpur, serta Talk Show International
Blockchain bertema transformasi digital global bersama Eddy Virgo NG, Presiden
PERMAI Pulau Pinang.
Kami
juga berkolaborasi dengan Indonesia Youth Volunteer Association (IYVA) dalam
kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kelas Inspirasi dan
Cita-Cita, serta Eksplorasi Indonesia. Selain itu, kami mengikuti
kunjungan akademik ke Universiti Sains Malaysia (USM) untuk berdiskusi tentang
sistem pendidikan dan riset internasional. Kegiatan sosial dan keagamaan
seperti pengajian bersama komunitas Ikatan Pekerja Muslim Indonesia (IPMI) dan
perayaan HUT ke-5 Sanggar Belajar Ami Pulau Pinang juga menjadi bagian penting
dalam mempererat hubungan antara mahasiswa dan komunitas Indonesia di Malaysia.
Kunjungan Diplomatik dan Undangan Langsung dari
KJRI Penang
Salah
satu kehormatan terbesar dalam kegiatan ini adalah undangan resmi dari Konsulat
Jenderal Republik Indonesia Penang, Bapak Wanton Saragih, untuk menghadiri
kunjungan diplomatik ke KJRI Penang.
Kami
berkesempatan berdialog langsung dengan beliau mengenai peran diplomasi
pendidikan, perlindungan WNI, serta pentingnya sinergi antara lembaga
pendidikan dan komunitas diaspora Indonesia di luar negeri. Pengalaman ini
menjadi momen berharga yang memperluas wawasan kami tentang diplomasi sosial
dan peran mahasiswa dalam representasi bangsa.
Penutupan Proyek dan Dampak Kegiatan
Program
kami ditutup dengan acara bertajuk “Jempol Ajaib Anak Hebat”, yang diisi
dengan kegiatan kreatif anak-anak seperti membuat karya sidik jari, menari,
bernyanyi, dan membaca puisi. Kegiatan ini menjadi simbol keberanian, semangat
belajar, dan rasa bangga mereka sebagai bagian dari generasi penerus Indonesia
di luar negeri.
Melalui pengalaman ini, kami tidak hanya belajar tentang
pendidikan lintas negara, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, kolaborasi,
dan empati sosial. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut
agar semakin banyak mahasiswa UNESA dapat berkontribusi
Penulis:
Tim
Proyek Kemanusiaan Internasional FMIPA UNESA 2025
1. I Gede Bayu Khrisna Putra (S1
Biologi)
2. Habibillah Achmad Putra Fauzi (S1
Pendidikan Matematika)
3. Ghina Ana Ammas (S1 Pendidikan
Biologi)
4. Marcella Putri Kurnia Sari (S1
Biologi)
5. Kurnia Putri Ratnamaya (S1
Pendidikan Biologi)
6. Irsyad Izzuddin Arrauf (S1
Pendidikan Matematika)
7. Abidah Laily Nisfia (S1 Pendidikan Biologi)
8. Chintya Elesia Epiphania Silalahi (S1 Biologi)
Share It On: