Cerita inspirasi mahasiswa Kimia: Pengalaman Magang Riset di Tropical Disease Center telah membuahkan hasil publikasi internasional Scopus Q3.. Simak tips dan triknya
Halo! Perkenalkan nama saya Ahmad Rudi Setiawan Mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2019. Pada semester 7, saya mendapatkan kesempatan untuk magang riset di Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga. Saya magang riset di Laboratorium Dengue dengan dibimbing oleh Pak Teguh Hari Sucipto, S.Si., M.Si.
Magang riset merupakan kegiatan belajar mahasiswa dalam bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan selama 1 semester di lembaga riset/pusat studi di luar Universitas Negeri Surabaya. Dalam hal ini, lembaga riset yang saya tuju adalah ITD. ITD merupakan salah satu lembaga riset di Universitas Airlangga yang kegiatan utamanya berupa penelitian-penelitian yang mengimplementasikan bio-health, dan social-science; mencakup penelitian dasar dan terapan serta penelitian inovatif terutama pada pencegahan penyakit tropis, biologi molekuler, dan genetika. Dalam menjalankan kegiatannya, ITD memiliki beberapa laboratorium yaitu laboratorium hepatitis, HIV, dengue, bacterial diarrhea, entomology, human genetic, influenza, leprosy, malaria, NPMRD, toxoplasmosis, dan tubercullosis. Kegiatan magang riset saya dilakukan di laboratorium dengue.
Saya magang riset bersama dengan 3 teman saya. Selama 5 bulan melaksanakan magang riset, saya mendapatkan banyak pengalaman baru yang belum pernah saya dapatkan di praktikum ataupun perkuliahan. Salah satunya yaitu belajar tentang biologi molekuler, seperti PCR dan ekstraksi DNA/RNA. Selain itu, kami juga mendapatkan pengetahuan baru dalam bidang biologi molekuler lainnya seperti ELISA, PCR, dan SDS-PAGE pada workshop yang diadakan di ITD ketika kami magang. Kami juga diberikan beberapa proyek penelitian oleh pembimbing selama kegiatan magang riset. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut nantinya akan diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi, sebagai luaran pelaksanaan magang riset.
Salah satu proyek yang kami lakukan adalah deteksi homozygous wildtype V1016V pada nyamuk Aedes albopictus. Kami mendeteksi mutasi pada gen VGSC sampel nyamuk Aedes albopictus liar dengan metode allele specific polymerase chain reaction (AS-PCR). Gen VGSC merupakan target insektisida piretroid. Ketika nyamuk resisten, maka nyamuk tidak akan menunjukkan gejala knockdown. Knockdown menyebabkan gangguan pada sistem motorik serangga ketika kontak dengan insektisida. Knockdown terjadi ketika terlihat serangga tidak dapat berjalan dengan benar dan imobilitas. Resisten diakibatkan karena terjadinya mutasi pada suatu gen VGSC (Voltage Gated Sodium Channel) pada nyamuk. Resisten terhadap insektisida disebut knockdown resistance, atau kdr. Kdr mengurangi sensitivitas saluran natrium untuk berikatan dengan piretroid dengan mereduksi target gen. Mutasi ini diturunkan dari generasi ke generasi sehingga keturunan yang telah mengalami mutasi pada gen VGSC akan menunjukkan resistensi serta tidak dapat dibunuh dengan konsentrasi insektisida yang beredar di pasaran.
Hasil dari penelitian ini akan dipublish dalam jurnal internasional bereputasi (terindeks scopus). Publish dalam jurnal internasional bereputasi tidaklah mudah, artikel hasil penelitian ini telah ditolak oleh 3 publishers jurnal, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat kami. Kami terus mencari jurnal-jurnal yang bereputasi kemudian mencoba untuk submit artikel kami di salah satu jurnal. Setelah melalui proses review yang panjang, akhirnya artikel kami dapat publish pada Biodiversitas Journal of Biological Diversity, yang terindeks scopus Q3 pada tanggal 18 Januari 2023. Artikel lengkapnya dapat diakses pada link berikut ini: https://smujo.id/biodiv/article/view/12780.
Pengalaman magang riset di ITD merupakan pengalaman yang menyenangkan dan sangat berharga. Selain mendapatkan ilmu yang baru, lingkungan tempat magang juga sangat nyaman. Untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ITD karena telah memberikan kesempatan bagi saya untuk dapat melakukan magang riset selama 1 semester, ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada Pak Teguh selaku DPL saya yang senantiasa meluangkan waktunya memberikan bimbingan kepada saya. Tak lupa, terima kasih juga saya ucapkan kepada Universitas Negeri Surabaya yang sangat mendukung kegiatan Kampus Merdeka, khususnya pada kegiatan Magang Riset. Ayo teman-teman, mari kita berkontribusi dalam kegiatan kampus merdeka. Apabila kurang tertarik dengan magang riset, boleh teman-teman mengikuti kegiatan kampus merdeka yang lain. Selain mendapatkan pengalaman baru, belajar di luar kampus itu sangat menyenangkan.
Share It On: