Disini saya akan berbagi pengalaman saya selama kegiatan praktek mengajar di Tarlac Agricultural University (TAU), Filipina.
Halo! Nama saya Lailatul Badriyah mahasiswa Unesa angkatan 2018, dan saya berumur dua puluh tahun. Sebagai seseorang yang ingin mengembangkan kemampuan saya untuk berkomunikasi lintas budaya, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti program pengajaran virtual di sekolah laboratorium di College of Education, Tarlac Agricultural University (TAU), Filipina.
Program Praktikum Siswa-Guru virtual berlangsung dari 17 September hingga 15 Oktober 2021. Program ini diadakan untuk lebih memajukan pemahaman internasional dan kerjasama antar lembaga pendidikan di kawasan dalam hal mempromosikan keunggulan dalam pendidikan guru.
Pada hari pertama, Jum'at 17 September 2021 akan diadakan Program Penyambutan dan Penandatanganan Mahasiswa Magang. Dengan rangkaian acara yang diawali dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Filipina dan Indonesia, dilanjutkan dengan pembukaan oleh Bapak Marlon B. Espedillon selaku Pembantu Dekan TAU College of Education. Kemudian sambutan dari beberapa pembicara yaitu Dr. Sheila R. Lingaya, Assistant Director, TAU External Linkages and International Affairs dan Dr. Wulan Patria Saroinsong, Staff Office of International Affairs, Universitas Negeri Surabaya. Dan ditutup dengan Penandatanganan Mahasiswa Magang ke Tarlac Agricultural University (TAU).

Gambar 1. Upacara Pembukaan PLP Secara Virtual
Observasi kelas adalah tindakan mengamati kinerja guru di kelas atau lingkungan belajarnya. Observasi kelas adalah cara kuantitatif untuk merekam dan mengukur perilaku dan penguasaan guru dengan mengamati dan merekam tindakan mereka secara sistematis.
Saya mengamati di kelas Mam Elaine Faye Santos, yaitu di kelas 7A. Materi yang disampaikan hari itu adalah Keanekaragaman Bahan di Lingkungan. Yang saya dapatkan dari observasi kelas 7A adalah siswa sangat aktif dan cepat dalam memahami materi. Meski pelaksanaan pembelajaran yang bertepatan dengan pandemi Covid-19 dilakukan secara online yang sering membuat siswa mengalami kendala sinyal, namun antusiasme siswa kelas 7A sangat tinggi dan rasa penasaran siswa bervariasi.
Setelah observasi kelas dilakukan, saya dan guru pamong mengadakan pertemuan singkat. Beliau membimbing saya tentang pembelajaran online dengan tema kimia, yang tentunya tidak mudah jika hanya dilakukan secara virtual, jadi saya harus berlatih mengajar di masa depan untuk memberikan contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selanjutnya saya diminta untuk membuat perangkat pembelajaran (termasuk RPP, bahan ajar, dan tugas) untuk praktek mengajar yang akan saya lakukan kedepannya sampai dengan demonstrasi akhir pengajaran.
Hari ini adalah pengalaman pertama saya mengajar kelas internasional. Ada beberapa pemikiran yang membuat saya grogi, seperti jika sinyal tiba-tiba bermasalah, bagaimana jika ada salah penerimaan dari penjelasan saya, tentunya dengan aksen bahasa Inggris yang berbeda. Namun hilang seketika, karena siswa kelas 7A sangat interaktif dan ramah untuk sekedar menyapa di awal sebelum pembelajaran dimulai.

Gambar 2. Praktik Mengajar
Pada pelajaran pertama ini saya menyampaikan materi : Penamaan Rumus Kimia Pada Senyawa. Saya menerapkan metode Direct Instruction agar siswa dapat menerima penjelasan saya di setiap tahapan. Pada setiap sub materi saya memberikan contoh dan mengajak siswa bertanya untuk mengecek pemahamannya
Kemudian di akhir pelajaran saya memberikan LKS individu sesuai materi yang saya sampaikan dengan batas waktu 5 hari, namun yang mengejutkan hampir semua siswa langsung mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang saya berikan sesaat setelah pelajaran berakhir. Alhamdulillah hari pertama saya Praktek Mengajar berjalan dengan lancar.
Pada hari kedua praktek mengajar, saya sudah tidak gugup lagi. Saya melakukan recall terhadap materi pada pertemuan sebelumnya dengan memberikan beberapa contoh. Kemudian saya mengajak para siswa untuk masuk ke laboratorium virtual kimia dengan bantuan aplikasi CHEMLAB. Memasuki lab virtual kali ini merupakan pengalaman pertama mereka, padahal mereka hanya melihat dan membayangkan bahwa mereka sudah memahami beberapa nama yang ada di laboratorium virtual kimia dan memiliki rasa penasaran untuk mengetahui nama-nama alat yang mereka amati. Keingintahuan mereka berlanjut karena beberapa siswa menanyakan nama aplikasi yang saya gunakan dan mereka juga ingin mendownloadnya.
Alhamdulillah hari kedua Praktek Mengajar juga berjalan lancar dan saya senang keaktifan dan semangat mereka meningkat.
Pada hari terakhir praktek mengajar kali ini, tepatnya pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2021 kegiatan belajar saya diawasi oleh dosen pembimbing saya, Mam Lynn Michelle Gorospe, dan guru pamong saya Mam Elaine Faye Santos.
Pada pelajaran kali ini saya menyampaikan materi komputasi yaitu persen massa. Saya menggunakan metode Direct instruction agar siswa dapat memahami setiap langkah dalam penyelesaian. Pada awalnya saya memberikan brainstorming dengan menggunakan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan untuk mengecek pemahaman siswa dan sekaligus menarik minat siswa untuk belajar, mengingat materi kali ini bisa dikatakan materi yang sulit untuk dipahami. jika hanya diajarkan secara virtual. Seperti biasa, saya mengajak siswa untuk bertanya di akhir setiap contoh yang saya berikan agar mereka dapat menguasai setiap bagian dari konsep. Di akhir pelajaran saya memberikan lembar kerja kelompok pada materi perhitungan persen massa. Tujuan saya agar tugas yang saya berikan dalam kelompok adalah agar mereka dapat saling berdiskusi dan memiliki sikap kooperatif dalam kelompok.
Setelah pelajaran selesai, saya bersama supervisor dan guru kooperatif saya tetap berada di pertemuan.
Mam Lynn Michelle Gorospe memberi saya beberapa pujian dan saran mengenai praktik mengajar saya. Dari sini saya mendapatkan ilmu yang sangat berharga tentang penyesuaian diri saya sebagai seorang guru dalam kondisi apapun. Aplikasi atau contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan memudahkan siswa dalam menerima pembelajaran, dan membangkitkan semangatnya dalam belajar.
Saya juga sangat berterima kasih kepada guru pamong saya Mam Elaine Faye Santos yang telah membimbing saya selama program pengajaran Praktek ini yang tentunya membuat saya lebih baik dalam mengajar. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada siswa kelas 7A atas kerjasamanya dalam mengikuti pembelajaran, dan tentunya keaktifannya. Pengalaman manis juga saya dapatkan karena siswa kelas 7A memberikan salam manis sebagai ucapan terima kasih di hari guru kemarin, pengalaman ini tentu tidak akan saya lupakan.

Gambar 3. Upacara Penutupan
Tantangan lainnya adalah kurangnya rasa percaya diri dari sebagian siswa untuk menggunakan bahasa Inggris. Mengatasi hal itu, ia memeriahkan suasana belajar dengan berdiskusi dan bermain melalui beberapa platform.
Program Praktek Mengajar yang diselenggarakan oleh Tarlac Agricultural University (TAU) memudahkan saya untuk menyadari bahwa pekerjaan seorang guru bukanlah hal yang mudah. Guru harus mampu memahami karakter dan mampu menciptakan kenyamanan bagi siswa, selain itu memastikan transfer ilmu tetap berjalan dengan baik. Program ini juga mengajarkan saya tentang tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas guru dalam satu bulan, seperti membuat RPP, materi, rubrik penilaian, dan penilaian.
Saya berharap dapat menerapkan banyak hal positif dan mengembangkannya di masa depan
Share It On: