Kunjungan Mobil Perpustakaan Keliling ke SDN Kendangsari II/277 Surabaya: Implementasi Pembelajaran yang Menarik dan Kontekstual
Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, suasana di halaman SDN Kendangsari II/277 Surabaya tampak lebih semarak dibandingkan hari-hari biasanya. Sejak pagi, peserta didik dari kelas satu hingga kelas enam menunjukkan antusiasme tinggi ketika sebuah mobil berwarna biru cerah berhenti di halaman sekolah. Kendaraan tersebut merupakan Mobil Perpustakaan Keliling milik Pemerintah Kota Surabaya yang hadir untuk memberikan akses bacaan menarik bagi para siswa.
Kedatangan tim Perpustakaan Keliling disambut dengan penuh kehangatan oleh guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Program Surabaya Mengajar (PSM) dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tengah melaksanakan kegiatan pengabdian di sekolah tersebut. Para mahasiswa turut berpartisipasi dalam pendampingan kegiatan, mendokumentasikan jalannya acara, serta membantu siswa dalam proses membaca dan memahami isi buku.
Guru-guru memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran yang terintegrasi dengan program literasi sekolah. Siswa diarahkan untuk memilih bacaan sesuai minat mereka, kemudian diminta menyusun tugas sederhana berupa penulisan judul buku, nama penulis, tokoh utama, serta ringkasan isi cerita. Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga melatih kemampuan memahami teks, berpikir kritis, dan mengekspresikan ide secara tertulis.
Mobil Perpustakaan Keliling yang hadir memiliki desain menarik dengan dominasi warna biru serta ilustrasi karakter anak-anak yang ceria. Di dalamnya tersedia berbagai jenis bacaan, seperti buku cerita anak, buku pelajaran, buku pengetahuan umum, novel anak, hingga bacaan berbahasa Inggris. Kebebasan siswa dalam memilih serta menukar buku menjadikan suasana belajar lebih santai, interaktif, dan jauh dari kesan kaku.
Kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pengisian waktu luang. Kunjungan Mobil Perpustakaan Keliling menjadi bagian integral dari pembelajaran kontekstual dan pembelajaran mendalam (deep learning). Melalui kegiatan membaca di luar kelas, peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar berdasarkan pengalaman nyata—mengamati, memahami, serta mengaitkan isi bacaan dengan kehidupan sehari-hari. Proses tersebut memperkuat makna belajar yang berorientasi pada pemahaman, bukan sekadar hafalan.
Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik agar membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Sementara itu, kehadiran mahasiswa PSM Unesa menjadi inspirasi bagi siswa bahwa proses belajar dapat dilakukan di berbagai tempat, termasuk di area terbuka yang sederhana sekalipun.
Kehadiran Perpustakaan Keliling juga menjadi pengingat penting bahwa literasi merupakan inti dari proses pendidikan. Di tengah arus digitalisasi yang pesat, anak-anak tetap perlu merasakan pengalaman membaca buku fisik—membuka lembar demi lembar halaman, mencium aroma kertas, dan membiarkan imajinasi mereka berkembang melalui bacaan.
Melalui kegiatan ini, SDN Kendangsari II/277 Surabaya menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Hal ini sejalan dengan prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menjadi arah kebijakan pendidikan nasional. Membaca diposisikan bukan sekadar sebagai tugas akademik, melainkan sebagai proses pembentukan pengetahuan dan kebijaksanaan melalui pengalaman yang menggembirakan.
Dengan semangat literasi yang terus ditumbuhkan, kunjungan Mobil Perpustakaan Keliling menjadi bukti bahwa pendidikan bermutu tidak selalu bergantung pada fasilitas megah. Terkadang, cukup dengan sebuah mobil sederhana, sejumlah buku, dan peserta didik yang bersemangat, makna pembelajaran sejati dapat tumbuh dan mengakar dalam diri mereka.
Share It On: