Mahasiswa FISIPOL Unesa Wujudkan Digitalisasi Perpustakaan Sekolah melalui Program Surabaya Mengajar 8.0
Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut berkontribusi dan memberikan inovasi baru yang berdampak dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui program Magang Berdampak Surabaya Mengajar (PSM) 8.0. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke lingkungan sekolah dan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata.
Dalam
pelaksanaan Program Surabaya Mengajar (PSM) 8.0, mahasiswa Administrasi Negara
FISIPOL Unesa yang tergabung dalam satu tim terdiri atas Sherly Diah Artika
Sari sebagai ketua tim, Sabilla Nanda Rossanti, Raisa Nur Yassmein, dan Nora
Aulia Hidayatul dari Program Studi Administrasi Negara FISIPOL, serta Delta
Falin Agustina dari Program Studi Pendidikan IPS FISIPOL Unesa. Tim ini
melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian melalui berbagai mini project yang
berfokus pada perbaikan tata kelola sekolah dan penguatan layanan pendidikan
berbasis digital.
Sabilla
menjelaskan bahwa sistem pengelolaan perpustakaan sekolah yang selama ini masih
berjalan secara manual dinilai kurang optimal, khususnya dalam pencatatan data
peminjaman dan pengembalian buku, sehingga diperlukan solusi digitalisasi yang
tepat guna.
"Kami
melihat perpustakaan sekolah memiliki potensi besar untuk ditingkatkan melalui
pemanfaatan teknologi. Dari situlah kami berinisiatif membuat program
digitalisasi perpustakaan agar sistem peminjaman buku menjadi lebih tertib,
efisien, dan mudah dipantau," ungkapnya.
Melalui
program digitalisasi perpustakaan, tim mahasiswa Surabaya Mengajar (PSM) 8.0
menghadirkan inovasi berupa kartu perpustakaan bagi seluruh siswa sebagai
identitas resmi peminjaman buku yang terintegrasi dengan sistem digital. Selain
itu, tim juga menyediakan alat scanner untuk memindai barcode pada kartu dan
buku, sehingga proses pencatatan peminjaman dan pengembalian dapat dilakukan
secara otomatis dan lebih akurat.
“Dengan
adanya kartu perpustakaan dan scanner, proses peminjaman buku menjadi lebih
cepat dan tertib. Data peminjaman juga tercatat rapi dalam sistem digital
sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi,” jelas Sherly, selaku Ketua Tim
Surabaya Mengajar 8.0.
Selain digitalisasi perpustakaan, tim mahasiswa juga melaksanakan sejumlah mini project lain, seperti perbaikan SOP sekolah, sosialisasi pelayanan prima kepada guru, sosialisasi anti-bullying kepada siswa, pengelolaan media sosial sekolah, serta pembuatan buku digital karya siswa. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan layanan pendidikan di sekolah.
Dalam
pelaksanaannya, tim menghadapi tantangan adaptasi teknologi di lingkungan
sekolah, khususnya terkait keterbatasan pemahaman digital sebagian pengelola
perpustakaan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim melakukan pendampingan secara
bertahap dan intensif.
“Kami
melakukan pendampingan mulai dari pengenalan sistem hingga pengelolaan data
digital. Meski prosesnya bertahap, kami optimistis sistem ini dapat berjalan
secara berkelanjutan,” tambah Sherly.
Pihak
sekolah menyambut positif program tersebut. “Setelah mendapat pendampingan dari
mahasiswa, kami mulai memahami manfaat sistem digital ini. Pekerjaan menjadi
lebih mudah dan pelayanan kepada siswa semakin optimal,” ungkap Bu Dina selaku
pengelola perpustakaan sekolah.
Program
Surabaya Mengajar 8.0 menjadi wujud nyata komitmen Universitas Negeri Surabaya
dalam mendorong mahasiswa berkontribusi langsung bagi masyarakat melalui
inovasi berbasis teknologi.
Share It On: