Mahasiswa UNESA Rampungkan Program Kampus Merdeka di Thailand, Asah Kompetensi Global
Program Asistensi Mengajar dalam kerangka Kampus Merdeka Belajar (MBKM) telah menjadi ajang berharga bagi mahasiswa Indonesia untuk mengasah kompetensi dan mendapatkan pengalaman internasional.
Salah satu mahasiswa yang baru saja menyelesaikan tugasnya adalah Dinda Apta Widiasari, mahasiswi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Ia baru saja menuntaskan masa tugasnya selama tiga bulan, terhitung mulai Juli hingga Oktober 2025, di Sekolah Tessaban 1 Bansadao, Songkhla, Thailand.
Kegiatan Asistensi Mengajar Dinda diawali pada Juli 2025 dengan upacara pembukaan yang diselenggarakan meriah di Padang Besar. Setibanya di Sekolah Tessaban 1 Bansadao, Dinda segera memulai proses adaptasi dan penyusunan rencana kegiatan.
Rutinitas harian di sekolah tersebut menampilkan budaya sopan santun dan multilingual yang kuat.
Setiap pagi, antara pukul 07.15 hingga 08.00, para guru menyambut kedatangan anak-anak di gerbang sekolah dengan sapaan menggunakan dua bahasa, yaitu Thai dan Inggris. Setelah penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera harian sebagai penanaman nasionalisme dan kedisiplinan.
Selama bertugas, Dinda ditempatkan di taman kanak-kanak kelas 3/1 MEP (Mini English Program). Peran utamanya berfokus pada pengajaran Bahasa Inggris dasar.
"Saya bertugas membimbing anak-anak dalam materi dasar, seperti mengenalkan bilangan, alfabet, warna, hingga nama-nama hewan," terang Dinda.
Selain tugas utama tersebut, Dinda juga aktif membantu guru kelas dalam tugas-tugas administrasi, penilaian murid, dan bahkan dipercaya untuk mengajar di jenjang SD atau kelas lain jika dibutuhkan.
“Mengajarkan materi kepada anak-anak merupakan pengalaman yang sangat memuaskan. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini, karena tidak hanya memperkaya keterampilan mengajar saya, tetapi juga memberikan saya perspektif baru dalam pengembangan anak usia dini di konteks internasional,” ujarnya.
Keterlibatan Dinda melampaui kegiatan akademik. Ia juga berperan dalam kegiatan harian non-akademik, seperti mendampingi siswa saat minum susu, mengawasi saat tidur siang, dan terlibat dalam urusan makan siang.
Sekolah Tessaban 1 Bansadao memiliki fasilitas unik untuk urusan makan siang, yaitu dua dapur terpisah: dapur halal dan dapur non-halal, yang dimasak langsung di sekolah, demi menjaga keberagaman dan kebutuhan siswa.
Selama masa tugas tiga bulan, Dinda terlibat penuh dalam berbagai acara sekolah. Ia turut serta dalam rangkaian kegiatan Pekan Olahraga (Sport Day) dan menjadi panitia aktif dalam English Camp yang diadakan pada 31 Agustus. Dalam English Camp, Dinda bertugas di stasiun "Selling Fruit in Market" untuk berinteraksi dan memberikan materi dalam Bahasa Inggris.
Dinda berharap pengalaman berharga ini tidak hanya berhenti di sini dan akan terus berlanjut, menjadi bekal penting dalam perjalanan profesionalnya di masa depan.
Share It On: