Beyond Borders: Mahasiswa UNESA Jalani SEA-Teacher 2026 di Filipina

Menguatkan Kompetensi Global Calon Pendidik melalui Praktik Mengajar Internasional
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi mahasiswa dalam program SEA-Teacher 2026. Program yang berada di bawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa pendidikan di kawasan ASEAN untuk melaksanakan praktik mengajar di luar negeri sekaligus mempelajari sistem pendidikan dan budaya negara tujuan. Pada tahun 2026, lima mahasiswa dari berbagai program studi di UNESA terpilih mengikuti SEA-Teacher Batch 11 dan ditempatkan di University of Northern Philippines (UNP), Filipina.
Sebelum keberangkatan, seluruh peserta mengikuti pre-departure meeting bersama dosen UNESA dan pihak UNP. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa dibekali informasi terkait persiapan administratif seperti paspor, asuransi, sertifikat kesehatan, serta gambaran umum mengenai sistem pendidikan di Filipina. Pembekalan ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan kesiapan akademik dan mental selama empat minggu pelaksanaan program.
Setibanya di UNP, kegiatan resmi diawali dengan pinning ceremony yang dihadiri oleh dekan dan para dosen pembimbing. Penyematan pin menjadi simbol identitas sekaligus tanggung jawab sebagai student teacher. Mahasiswa kemudian diperkenalkan kepada kepala sekolah serta cooperating teachers di UNP Laboratory School. Penempatan praktik mengajar dibagi ke jenjang elementary, junior high school, dan senior high school sesuai dengan bidang dan kebutuhan sekolah.
Sebelum memasuki tahap praktik mengajar, peserta menjalani observasi kelas selama dua minggu. Tahap ini bertujuan untuk memahami dinamika pembelajaran, metode pengajaran yang digunakan guru, serta karakteristik siswa di Filipina. Setiap lesson plan yang disusun harus melalui proses konsultasi, revisi, dan persetujuan dari cooperating teacher sebelum digunakan dalam teaching demonstration. Proses ini melatih mahasiswa untuk lebih profesional, reflektif, serta teliti dalam merancang pembelajaran yang efektif.
Dalam pelaksanaan praktik mengajar, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan budaya kelas yang berbeda. Salah satu hal yang berkesan adalah budaya penghormatan siswa terhadap guru. Setiap kali guru memasuki kelas, siswa berdiri dan memberikan salam dalam Bahasa Tagalog sebagai bentuk rasa hormat. Nilai kedisiplinan dan etika tersebut menjadi pengalaman pembelajaran tersendiri bagi mahasiswa. Untuk menjaga keterlibatan siswa, pendekatan interaktif seperti penggunaan permainan edukatif dan aktivitas kolaboratif diterapkan sehingga suasana kelas menjadi lebih aktif dan komunikatif.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga mengikuti program Dalliasat (Developing Awareness of the Life and Language of Ilocanos among Southeast Asian Teachers), sebuah kegiatan yang bertujuan memperkenalkan budaya, bahasa, serta sejarah masyarakat Ilocano. Dalam kegiatan ini, peserta mengunjungi berbagai tempat bersejarah seperti Bacarra Tower, Ilocos Norte Museum, dan Cape Bojeador Lighthouse. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung pengaruh kolonial Spanyol yang masih terlihat dalam arsitektur, bahasa, dan tradisi masyarakat setempat.
Pengalaman budaya semakin lengkap dengan eksplorasi ke Vigan, termasuk kunjungan ke Calle Crisologo yang terkenal dengan bangunan klasik dan suasana historisnya. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa Indonesia dan Filipina tidak hanya mempererat hubungan persahabatan lintas negara, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pentingnya kolaborasi pendidikan di tingkat regional ASEAN.
Partisipasi dalam SEA-Teacher 2026 memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa UNESA, baik dari segi akademik maupun pengembangan diri. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme calon guru, tetapi juga membentuk perspektif global serta kemampuan adaptasi dalam lingkungan multikultural. Melalui pengalaman ini, mahasiswa UNESA membuktikan bahwa calon pendidik Indonesia mampu berkompetisi dan berkontribusi di tingkat internasional, sekaligus membawa nama baik universitas di kancah global.
Share It On: