Program Pengabdian Mahasiswa Japres Keagamaan Menjadi Khotib, Seimbangkan Religi dan Kuliah

SURABAYA-Muchammad Alfin Syawaludin , adalah mahasiswa berprestasi Jalur Prestasi (Japres) Keagamaan Islam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang menjalani program pengabdian masyarakat sebagai khotib di Masjid Darur Rahman Perum Satelit Menganti Gresik.
Mahasiswa S-1 Psikologi, Fakultas Psikologi, UNESA itu mengatakan selama mengabdi, pogram kerja yang dijalaninya adalah mengajar mengaji, menjadi imam masjid, kemudian menjadi Khotib saat sholat Jum’at dan lain-lain. “Pengabdian ini modelnya adalah kita hadir ketika kita diminta untuk mengisi khutbah, atau mengajar anak-anak mengaji, atau untuk memberikan dakwah dan lain-lain. Jadi sistemnya adalah fleksibel dan ini wajib bagi mahasiswa-mahasiswa jalur prestasi keagamaan” tuturnya.
Mahasiswa yang akrab disapa Alfian ini menceritakan, sebelum pengabdian dirinya pernah menjadi marbot selama 10 bulan di salah satu masjid di Kecamatan Taman, Sidoarjo. Tantangan yang harus dihadapi Alfian adalah harus balance antara pengabdian keagamaan dengan berkuliah.
“Saya asli Surabaya tepatnya Gunung Anyar, dan lokasi pengabdian saya di Menganti Gresik, nah saya sering juga menginap di kos teman saya di lidah kulon ketika saya akan ada kuliah di kampus. Saya ketika ada kuliah mendadak maka saya akan mengutamakan berkuliah” terangnya.
Putra dari pasangan Abdul Wahid dan Laili Maf’ulah itu menceritakan bagaimana lolos Unesa melalui jalur prestasi keagamaan. Jalur prestasi keagamaan Islam UNESA terbagi menjadi tiga yaitu: jalur tahfidz (hafalan) Al Qur’an, jalur baca kitab, dan jalur MTQ atau tilawah.
“saya masuk jalur MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an). Dulu pernah mencoba SNBT dan SNBP, tetapi tidak lolos dan saya memperjuangkan ingin masuk psikologi. Saya memang background nya anak pesantren karena dulu mondok di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang” terangnya.
Alfian mengatakan mendapat informasi dari kakak kelasnya yang juga lolos jalur prestasi keagamaan Unesa ketika mondok untuk mendaftar melalui program jalur prestasi keagamaan Islam jalur MTQ. Hal tersebut didukung dengan segudang prestasi dibidang MTQ yang dimiliki Alfin antara lain:
1. Juara 1 MTQ tingkat Kabupaten Jombang (2022)
2. Juara 1 MTQ tingkat Kota Surabaya Porsema Ma’arif (2020)
3. Juara 3 Festival Banjari Se Jawa Timur (2020)
4. Juara 1 Essay Nasional Dies Natalis STAIRUA Sampang (2024)
Penulis: Muhammad Azhar Adi Mas'ud
Share It On: